Aji Santoso: Juan Pablo harus Introspeksi Diri

Abdul Aziz CLBK Dengan Tim Lamanya Pada Putaran Kedua Liga 1

 

Colabola.com – Seorang pelatih yang lahir di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, 6 April 1970, Aji Santoso meminta kepada marquee player Juan Pablo Pino untuk dapat mengintrospeksi diri selepas namanya tak masuk dalam daftar susunan pemain saat menaklukkan Mitra Kukar dengan skor 2-0 di Stadion Gajayana.

Aji mengakui kesengajaannnya tak memasukan nama pino ke dalam daftar untuk pertandingn ini. Terlebih lagi Aji beranggapan jika permainan Arema jauh lebih baik saat tak ada pemain erkebangsaan Kolombia tersebut.

“Saya hanya memainkan pemain yang siap berjibaku di lapangan, karena selama tiga laga kami tidak menang. Pino tidak kami masukkan dalam line-up biar anak ini melakukan introspeksi,” ungkap Aji.

“Kalau skill tidak mengalami masalah, tapi kemauan dan fighting spiritnya membuat saya kecewa. Tanpa dia, kami memainkan sepakbola yang cukup cair dengan kombinasi umpan satu-dua yang cepat. Semoga tren ini terus kami lanjutkan ketika nanti melawan Persija Jakarta, karena mentalnya sudah mulai pulih.”

Meskipun berhasil memetik kesuksessan, Aji beranggapan duel kontra Mitra Kukar tidaklah mudah. Aji memuji mental pemain yang tak merasa tertekan, walaupun pada sejumlah pertandingan sebelumnya telah mencatat hasil yang tak meyakinkan.

“Laga ini saya pikir sangat berat. Selain melawan Mitra Kukar, pemain juga melawan tekanan kepada dirinya sendiri. Alhamdulillah semua bekerja keras. Tidak hanya sekedar menang, namun juga bermain bagus sekali. Saya sangat apresiasi motivasi pemain yang tampil hari ini,” terang Aji.

“Mitra Kukar bukan tim buruk, karena mereka beberapa pertandingan tidak pernah kalah. Artinya kami harus bekerja lebih keras. Yang jelas para pemain ingin menang.”

Aji mengimbuhkan , dirinya senang dengan komposisi darurat, yamg berkaitan dengan ketidak hadiran beberapa pemain pada lini belakang, namun berhasil memberikan yang terbaik. Hanya saja, Aji menyesalkan beberapa peluang yang terbuang sia-sia.

“Memang di babak kedua kami bermain lebih agresif, dan menciptakan banyak peluang dengan maksudnya Dendi [Santoso] dan Dedik [Setiawan] hingga menciptakan lima hingga enam peluang yang harusnya menjadi gol, tetapi itulah sepakbola,” urainya.

“Tadi El Loco [Cristian Gonzales] ada satu peluang yang harusnya menjadi gol. Namun El Loco tetap akan menjadi andalan, karena sejujurkan kami tadi menurunkan komposisi dengan darurat karena kehilangan bek tengah. Tetapi Hanif [Sjahbandi] dan Syaiful [Indra] bermain dengan baik.”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *